Mengenal Tulisan Jurnalistik: Feature (Berita Kisah,
Berita Khas) 30 Juli, 2009
Posted by
abdurrosyid in Hobiku
Menulis.
Tags: berita, feature, jurnalistik, khas, kisah, tulisan
trackback
Tags: berita, feature, jurnalistik, khas, kisah, tulisan
trackback
Apakah yang
disebut sebagai feature?
Dalam ilmu jurnalistik, feature merupakan salah satu bentuk tulisan non fiksi, dengan karakter human interest yang kuat. Feature adalah sebuah tulisan jurnalistik juga, namun tidak selalu harus mengikuti rumus klasik 5W + 1 H.
Feature adalah jenis tulisan yang lebih bersifat menghibur, isinya kadang sesuatu yang remeh dan luput dari liputan wartawan straight news, tetapi tidak terlalu terikat dengan tenggat waktu. Ia bisa ditulis kapan saja dan di-publish kapan saja. Karenanya, ia awet.
Dalam ilmu jurnalistik, feature merupakan salah satu bentuk tulisan non fiksi, dengan karakter human interest yang kuat. Feature adalah sebuah tulisan jurnalistik juga, namun tidak selalu harus mengikuti rumus klasik 5W + 1 H.
Feature adalah jenis tulisan yang lebih bersifat menghibur, isinya kadang sesuatu yang remeh dan luput dari liputan wartawan straight news, tetapi tidak terlalu terikat dengan tenggat waktu. Ia bisa ditulis kapan saja dan di-publish kapan saja. Karenanya, ia awet.
Menulis
feature lebih ’santai’, tidak dituntut tenggat, dan bisa bicara apa saja.
Memang konsekuensinya, nilai beritanya tidak ‘hard’ alias tidak banyak diburu
orang. Bagaimanapun orang cenderung pada berita terbaru ketimbang yang santai.
Sebuah
feature hendaknya ditulis dengan gaya bertutur, deskriptif, sedemikian rupa
sehingga susunan kata dan kalimatnya mampu menggambarkan atau melukiskan suatu
profil atau peristiwa tertentu. Oleh karena itu, feature sesungguhnya sebuah
“cerita”, tapi bukan cerita mengenai fiksi melainkan mengenai fakta. A feature
is a story about facts, not about fiction (feature ialah cerita tentang fakta,
bukan tentang fiksi). Sedangkan karya tulis tentang fiksi disebut novel, cerita
pendek.
Bentuk
tulisan feature tidak terpaku pada bentuk piramida terbalik. Justru
mengharapkan pembaca mengikuti dengan seksama dari awal hingga akhir tulisan.
Kalau diberita langsung (straight news) pembaca cukup membaca paragraf awal
tulisan, maka di dalam feature justru inti tulisan baru ditemukan bila membaca
dari awal hingga akhir. Dalam penulisan feature agar tidak tersesat kemana
mana, tentukan dulu angle/sudut pandang tulisan yang akan memandu arah tulisan.
Fungsi
feature mencakup
lima hal:
a. Melengkapi sajian berita langsung (straight news).
b. Pemberi informasi tentang suatu situasi, keadaan, atau peristiwa yang terjadi.
c. Penghibur dan pengembangan imajinasi yang menyenangkan.
d. Wahana pemberi nilai dan makna terhadap suatu keadaan atau peristiwa.
e. Sarana ekspresi yang paling efektif dalam mempengaruhi khalayak.
a. Melengkapi sajian berita langsung (straight news).
b. Pemberi informasi tentang suatu situasi, keadaan, atau peristiwa yang terjadi.
c. Penghibur dan pengembangan imajinasi yang menyenangkan.
d. Wahana pemberi nilai dan makna terhadap suatu keadaan atau peristiwa.
e. Sarana ekspresi yang paling efektif dalam mempengaruhi khalayak.
Tulisan
feature mempunyai beberapa ciri khas, antara lain:
1. Mengandung segi human interest. Tulisan feature memberikan penekanan pada fakta-fakta yang dianggap mampu menggugah emosi-menghibur, memunculkan empati dan keharuan. Dengan kata lain, sebuah feature juga harus mengandung segi human interest atau human touch-menyentuh rasa manusiawi. Karenanya, feature termasuk kategori soft news (berita ringan) yang pemahamannya lebih menggunakan emosi. Berbeda dengan hard news (berita keras), yang isinya mengacu kepada dan pemahamannya lebih banyak menggunakan pemikiran.
2. Mengandung unsur sastra. Satu hal penting dalam sebuah feature adalah ia harus mengandung unsur sastra. Feature ditulis dengan cara atau gaya menulis fiksi. Karenanya, tulisan feature mirip dengan sebuah cerpen atau novel-bacaan ringan dan menyenangkan-namun tetap informatif dan faktual. Karenanya pula, seorang penulis feature pada prinsipnya adalah seorang yang sedang bercerita.
1. Mengandung segi human interest. Tulisan feature memberikan penekanan pada fakta-fakta yang dianggap mampu menggugah emosi-menghibur, memunculkan empati dan keharuan. Dengan kata lain, sebuah feature juga harus mengandung segi human interest atau human touch-menyentuh rasa manusiawi. Karenanya, feature termasuk kategori soft news (berita ringan) yang pemahamannya lebih menggunakan emosi. Berbeda dengan hard news (berita keras), yang isinya mengacu kepada dan pemahamannya lebih banyak menggunakan pemikiran.
2. Mengandung unsur sastra. Satu hal penting dalam sebuah feature adalah ia harus mengandung unsur sastra. Feature ditulis dengan cara atau gaya menulis fiksi. Karenanya, tulisan feature mirip dengan sebuah cerpen atau novel-bacaan ringan dan menyenangkan-namun tetap informatif dan faktual. Karenanya pula, seorang penulis feature pada prinsipnya adalah seorang yang sedang bercerita.
Jadi,
feature adalah jenis berita yang sifatnya ringan dan menghibur. Ia menjadi
bagian dari pemenuhan fungsi menghibur (entertainment) sebuah surat kabar.
Ada berapa
jenis feature-kah yang selama ini dikenal dalam dunia jurnalistik?
Ada puluhan jenis feature. Mulai dari feature tentang manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, alam, sejarah, antropologi, luar angkasa, hantu-hantu.
Ada puluhan jenis feature. Mulai dari feature tentang manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, alam, sejarah, antropologi, luar angkasa, hantu-hantu.
Menurut
Wolseley dan Campbell terdapat enam jenis feature:
1. Feature minat insani (human interest feature)
2. Feature sejarah (hystorical feature)
3. Feature biografi (biografical feature)
4. Feature perjalanan (travelogue feature)
5. Feature yang mengajarkan keahlian (how-to-do feature)
6. Feature ilmiah (scientific feature)
1. Feature minat insani (human interest feature)
2. Feature sejarah (hystorical feature)
3. Feature biografi (biografical feature)
4. Feature perjalanan (travelogue feature)
5. Feature yang mengajarkan keahlian (how-to-do feature)
6. Feature ilmiah (scientific feature)
Berikut ini
penjelasan singkat mengenai beberapa jenis feature.
Feature
human interest (human interest feature), ialah feature yang langsung menyentuh keharuan,
kegembiraan, kejengkelan atau kebencian, simpati, dan sebagainya. Misalnya,
cerita tentang penjaga mayat di rumah sakit, kehidupan seorang petugas kebersihan
di jalanan, liku-liku kehidupan seorang guru di daerah terpencil, suka-duka
menjadi dai di wilayah pedalaman, atau kisah seorang penjahat yang dapat
menimbulkan kejengkelan.
Feature
sidebar, ialah
feature yang memberitakan bagian-bagian lain dari sebuah peristiwa besar yang
di dalamnya mengandung unsur human interest. Seperti, nasib para pengungsi yang
kehilangan rumah ketika banjir bandang menimpa mereka.
Feature
biografi (biografical feature). Misalnya, riwayat hidup seorang tokoh yang
meninggal, tentang seorang yang berprestasi, atau seseorang yang memiliki
keunikan sehingga bernilai berita tinggi. Itu sebabnya, kamu bisa menuliskan
tentang profil para pemimpin Islam di masa lalu, misalnya. Atau kamu juga bisa
cerita tentang kisahnya al-Khawarizmi, ilmuwan muslim yang menemukan angka nol.
Feature
profil (profile features), menceritakan tentang sisi hidup publik figur, organisasi, dan komunitas
masyarakat, misalnya berita tentang proses hidup seorang pengusaha sukses yang
berawal dari gelandangan, cerita sukses sebuah LSM dalam membangun masyarakat
pedalaman, atau cerita ngiris komunitas masyarakat tertentu. Profile feature
tidak hanya cerita sukses saja, tetapi juga cerita kegagalan seseorang.
Tujuannya agar pembaca dapat bercermin lewat kehidupan orang lain.
Feature
perjalanan (travelogue feature). Misalnya menceritakan pengalaman berkesan dari sebuah
perjalanan. Misalnya kunjungan ke tempat bersejarah di dalam ataupun di luar
negeri, atau ke tempat yang jarang dikunjungi orang. Dalam feature jenis ini, biasanya
unsur subjektivitas menonjol, karena biasanya penulisnya yang terlibat langsung
dalam peristiwa/perjalanan itu mempergunakan “aku”, “saya”, atau “kami” (sudut
pandang-point of view-orang pertama). Ambil contoh tentang perjalanan
menunaikan ibadah haji. Perjalanan ke tanah suci itu bisa kamu tuangkan dalam
sebuah tulisan bergaya feature yang menarik. Itu sebabnya, disarankan untuk
membawa buku catatan kecil untuk menuliskan semua peristiwa yang dialami
sebagai bahan penulisan.
Feature
“dibalik layar” (explanatory features), menceritakan tentang apa yang sebenarnya terjadi
dibalik suatu peristiwa. Misalnya, cerita/berita tentang fakta-fakta yang
menyebabkan buruh mogok kerja.
Feature
sejarah (hystorical feature), yaitu feature tentang peristiwa masa lalu, namun
masih menarik diberitakan masa kini, seperti berita tentang peran Soeharto pada
penumpasan PKI yang sering diberitakan media massa menjelang beliau wafat.
Misalnya juga peristiwa Keruntuhan Khilafah Islamiyah, sejarah tentang Istana
al-Hamra dan benteng Granada. ‘Melongok’ kejayaan Islam di masa lalu. Sejarah
tentang kekejaman tentara Salib saat membantai kaum muslimin, sejarah pertama
kali Islam masuk ke Indonesia dan sebagainya. Banyak kok sejarah yang bisa kita
tulis dengan jenis feature ini.
Feature
musiman (seasonal features), bercerita tentang peristiwa unik dan menarik yang terjadi secara rutin,
baik setiap tahun, setiap momen, atau setiap musim. Misalnya, cerita
riuh-gembira orang-orang kampung ketika lebaran (hari raya Idul fitri) tiba, dsb.
Feature tren
(trend features), ialah
feature yang menceritakan tentang gaya hidup komunitas tertentu atau masyarakat
pada umumnya dalam jangka waktu tertentu. Misalnya gaya hidup remaja desa
ketika HP masuk ke kampung-kampung.
Feature
petunjuk praktis (tips), disebut juga how-to-do feature, ialah feature yang menjelaskan tentang
bagaimana suatu perbuatan atau aktifitas dilakukan. Misalnya, tentang bagaimana
caranya merawat mobil agar irit bensing, memasak, merangkai bunga, membangun
rumah, seni mendidik anak, panduan memilih perguruan tinggi, cara mengendarai
bajaj, teknik beternak bebek, seni melobi calon mertua (he..he..he..) dan
sebagainya.
Feature
ilmiah (scientific feature), ialah feature mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditandai oleh
kedalaman pembahasan dan objektivitas pandangan yang dikemukakan, menggunakan
data dan informasi yang memadai. Feature ilmu pengetahuan dan teknologi dapat
dimuat di majalah teknik, komputer, pertanian, kesehatan, kedokteran, dll.
Bahkan surat kabar pun sekarang memberi rubrik Science Feature.
Apakah
tema-tema berdasarkan bidang / sektor kehidupan bisa diangkat sebagai feature?
Bisa. Misalnya bidang sosial, politik, budaya, ekonomi dll. Sektornya mulai dari kesenian, pemerintahan, perdagangan dll. Namun dalam mengangkat bidang, sektor maupun komoditas yang lebih konkrit menjadi sebuah feature, penulis akan menekankan segi manusianya, binatangnya, tumbuh-tumbuhannya atau alamnya. Bukan menekankan segi permasalahannya. Hal yang terakhir ini lebih tepat diangkat menjadi artikel atau esai.
Bisa. Misalnya bidang sosial, politik, budaya, ekonomi dll. Sektornya mulai dari kesenian, pemerintahan, perdagangan dll. Namun dalam mengangkat bidang, sektor maupun komoditas yang lebih konkrit menjadi sebuah feature, penulis akan menekankan segi manusianya, binatangnya, tumbuh-tumbuhannya atau alamnya. Bukan menekankan segi permasalahannya. Hal yang terakhir ini lebih tepat diangkat menjadi artikel atau esai.
Secara
konkrit, bagaimanakah sebuah feature ditulis?
Misalnya ada kecelakaan pesawat terbang. Straight newsnya adalah berita tentang kecelakaan tersebut. Kemudian ada interpreted news dari maskapai penerbangan, pabrik pesawat, aparat perhubungan, pihak keluarga korban dll. mengenai kecelakaan tersebut. Ada lagi artikel dari seorang pakar cuaca yang mengulas kecelakaan tersebut dari aspek buruknya cuaca pada saat peristiwa terjadi. Feature yang bisa ditulis antara lain: 1- mengenai istri/anak pilot yang menjadi korban; 2- pacar pramugari yang juga menjadi korban; 3- petugas SAR yang tanpa kenal lelah membantu mengumpulkan jasad para korban dll. dengan menekankan segi human interestnya.
Misalnya ada kecelakaan pesawat terbang. Straight newsnya adalah berita tentang kecelakaan tersebut. Kemudian ada interpreted news dari maskapai penerbangan, pabrik pesawat, aparat perhubungan, pihak keluarga korban dll. mengenai kecelakaan tersebut. Ada lagi artikel dari seorang pakar cuaca yang mengulas kecelakaan tersebut dari aspek buruknya cuaca pada saat peristiwa terjadi. Feature yang bisa ditulis antara lain: 1- mengenai istri/anak pilot yang menjadi korban; 2- pacar pramugari yang juga menjadi korban; 3- petugas SAR yang tanpa kenal lelah membantu mengumpulkan jasad para korban dll. dengan menekankan segi human interestnya.
Apakah yang
disebut sebagai human interest?
Human interest bisa diartikan sebagai rasa kemanusiaan. Hingga feature yang disebut sebagai tulisan yang menekankan segi human interest dimaksudkan sebagai tulisan yang menekankan segi yang bisa menyentuh rasa kemanusiaan pembacanya.
Human interest bisa diartikan sebagai rasa kemanusiaan. Hingga feature yang disebut sebagai tulisan yang menekankan segi human interest dimaksudkan sebagai tulisan yang menekankan segi yang bisa menyentuh rasa kemanusiaan pembacanya.
Mengapa segi
human interest paling diutamakan dalam sebuah feature?
Karena berita (news) sudah ditampilkan dengan lugas dan dengan bahasa yang sangat formal. Dalam artikel, fakta dan data juga harus dianalisis dengan serius dan diberi opini yang juga harus serius. Agar pembaca media cetak tidak bosan, maka diperlukan sebuah bentuk tulisan yang menekankan segi human interest. Itulah sebabnya segi ini paling diutamakan dalam feature. Dalam perkembangan lebih lanjut, berita pun bisa dikembangkan menjadi news feature, feature reporting, feature story dll. Bahkan dalam perkembangan lebih lanjut, feature juga melahirkan bentuk tulisan yang lebih baru (generasi baru) yang disebut sebagai How To Do It Article (HTDI). Cabang jurnalisme yang pertamakali memperkenalkan bentuk tulisan ini adalah jurnalisme kedokteran/ kesehatan pada abad XVI dan XVII.
Karena berita (news) sudah ditampilkan dengan lugas dan dengan bahasa yang sangat formal. Dalam artikel, fakta dan data juga harus dianalisis dengan serius dan diberi opini yang juga harus serius. Agar pembaca media cetak tidak bosan, maka diperlukan sebuah bentuk tulisan yang menekankan segi human interest. Itulah sebabnya segi ini paling diutamakan dalam feature. Dalam perkembangan lebih lanjut, berita pun bisa dikembangkan menjadi news feature, feature reporting, feature story dll. Bahkan dalam perkembangan lebih lanjut, feature juga melahirkan bentuk tulisan yang lebih baru (generasi baru) yang disebut sebagai How To Do It Article (HTDI). Cabang jurnalisme yang pertamakali memperkenalkan bentuk tulisan ini adalah jurnalisme kedokteran/ kesehatan pada abad XVI dan XVII.
Apakah segi
human interest tersebut sudah melekat pada meteri tulisan, atau merupakan
kreasi penulisnya?
Segi human interest dalam sebuah feature, harus benar-benar faktual (berupa fakta nyata) yang melekat pada materi (bahan) tulisan. Keterampilan penulis hanya dituntut untuk menyeleksi dan mengolah bahan-bahan tersebut, hingga ketika telah menjadi tulisan dan disampaikan ke pembaca, akan bisa menyentuh perasaan. Kalau segi human interest tersebut merupakan hasil imajinasi atau keterampilan berpikir si penulis, maka tulisan tersebut merupakan fiksi, bukan feature.
Segi human interest dalam sebuah feature, harus benar-benar faktual (berupa fakta nyata) yang melekat pada materi (bahan) tulisan. Keterampilan penulis hanya dituntut untuk menyeleksi dan mengolah bahan-bahan tersebut, hingga ketika telah menjadi tulisan dan disampaikan ke pembaca, akan bisa menyentuh perasaan. Kalau segi human interest tersebut merupakan hasil imajinasi atau keterampilan berpikir si penulis, maka tulisan tersebut merupakan fiksi, bukan feature.
Apa sajakah
yang bisa dikatagorikan sebagai human interest?
Yang bisa dikatagorikan sebagai human interest antara lain: masalah percintaan; perjalanan/perjuangan hidup manusia, hewan, tumbuhan maupun alam (gunung api, bintang); kelahiran/kematian; penderitaan (misalnya derita TKI yang disiksa majikan di LN); ketabahan/ketegaran dalam menghadapi cobaan/godaan dll.
Yang bisa dikatagorikan sebagai human interest antara lain: masalah percintaan; perjalanan/perjuangan hidup manusia, hewan, tumbuhan maupun alam (gunung api, bintang); kelahiran/kematian; penderitaan (misalnya derita TKI yang disiksa majikan di LN); ketabahan/ketegaran dalam menghadapi cobaan/godaan dll.
Apakah
feature dengan tema penderitaan bisa digunakan untuk menjelek-jelekkan pihak
yang mengakibatkan penderitaan tersebut?
Bisa, namun feature tersebut akan menjadi feature propaganda. Nilai sebuah feature propaganda, akan lebih rendah dibanding dengan feature yang benar-benar hanya menceritakan penderitaan seseorang atau sekelompok orang. Sebab yang harus geregetan, marah dsb. adalah pembaca media massa, setelah membaca feature tersebut. Bukan penulisnya.
Bisa, namun feature tersebut akan menjadi feature propaganda. Nilai sebuah feature propaganda, akan lebih rendah dibanding dengan feature yang benar-benar hanya menceritakan penderitaan seseorang atau sekelompok orang. Sebab yang harus geregetan, marah dsb. adalah pembaca media massa, setelah membaca feature tersebut. Bukan penulisnya.
Bagaimana
menulis feature (yang baik)?
Sebelum menulis, pertama-tama pilihlah kasus yang (sangat) menarik, yang menyangkut kepentingan banyak orang (publik), yang prestisius untuk ditulis. Seorang wartawan atau penulis yang baik dan berpengalaman biasanya memiliki nose of news (daya cium, daya endus berita), yang akan selalu bisa terasah jika ia memiliki “jam terbang” cukup tinggi. Tapi, nose of news selalu bisa dilatih. Setelah menemukan obyek, kasus atau item tulisan, pikirkanlah apa kira-kira angle-nya. Yang dimaksud dengan angle ialah “sudut pandang”, apa kira-kira masalah yang sangat penting dan relevan dari kasus tersebut. Untuk menentukan angle biasanya cukup sulit, sehingga diperlukan pemikiran, perenungan, bahkan diskusi dengan kawan-kawan.
Sebelum menulis, pertama-tama pilihlah kasus yang (sangat) menarik, yang menyangkut kepentingan banyak orang (publik), yang prestisius untuk ditulis. Seorang wartawan atau penulis yang baik dan berpengalaman biasanya memiliki nose of news (daya cium, daya endus berita), yang akan selalu bisa terasah jika ia memiliki “jam terbang” cukup tinggi. Tapi, nose of news selalu bisa dilatih. Setelah menemukan obyek, kasus atau item tulisan, pikirkanlah apa kira-kira angle-nya. Yang dimaksud dengan angle ialah “sudut pandang”, apa kira-kira masalah yang sangat penting dan relevan dari kasus tersebut. Untuk menentukan angle biasanya cukup sulit, sehingga diperlukan pemikiran, perenungan, bahkan diskusi dengan kawan-kawan.
Bagaimana
trik atau cara menulis feature?
Sebetulnya hampir sama dengan teknik menulis artikel lainnya, hanya saja dalam menulis feature kita dituntut untuk lebih ‘menyentuh’ dan memberikan nuansa lain dari sekadar sebuah berita. Itu sebabnya, feature bisa berfungsi sebagai penjelasan atau tambahan untuk berita yang sudah disiarkan sebelumnya, memberi latar belakang suatu peristiwa, menyentuh perasaan dan mengharukan, menghidangkan informasi dengan menghibur, juga bisa mengungkap sesuatu yang belum tersiar sebagai berita.
Sebetulnya hampir sama dengan teknik menulis artikel lainnya, hanya saja dalam menulis feature kita dituntut untuk lebih ‘menyentuh’ dan memberikan nuansa lain dari sekadar sebuah berita. Itu sebabnya, feature bisa berfungsi sebagai penjelasan atau tambahan untuk berita yang sudah disiarkan sebelumnya, memberi latar belakang suatu peristiwa, menyentuh perasaan dan mengharukan, menghidangkan informasi dengan menghibur, juga bisa mengungkap sesuatu yang belum tersiar sebagai berita.
Yang perlu
mendapat perhatian dalam penulisan feature ini, adalah lead yang menarik. Nah,
lead dalam feature inilah yang sepertinya penting, meski bukan pokok memang.
Bahkan jangan lupa, selain lead, kita juga harus membuat tubuh dan endingnya
dari tulisan tersebut. Sangat boleh jadi ‘ending’ sebuah feature sama pentingnya
dengan lead. Jadi rasa-rasanya harus bisa menarik dan menggoda pembaca.
Misalnya memberikan kesimpulan atau mungkin ada ‘celetukan’ atau sindiran yang
menggoda pembaca. Di sinilah editor biasanya paling pusing untuk memotong
tulisan jenis feature, nggak gampang lho. Sama sulitnya dengan
‘mengobrak-abrik’ naskah cerpen. Kenapa? Karena semua bagian dalam feature itu
penting. Itu saja.
Nah, harus
diakui bahwa yang terpenting dalam pembuatan tulisan berjenis feature ini
adalah lead. Kekuatannya ada di sana. Lead ibarat pembuka jalan. Jadi upayakan
benar-benar menarik dan mengundang rasa penasaran pembaca untuk terus membaca.
Sebab, gagal dalam menuliskan lead pembaca bisa ogah meneruskan membaca. Gagal
berarti kehilangan daya pikat. Itu sebabnya, penulis feature harus pintar betul
menggunakan kalimatnya. Bahasa rapi, terjaga, bagus dan kelihaian dalam cara
memancing itu haruslah jitu. Memang sih, tak ada teori yang baku tentang
menulis lead sebuah feature.
pengertian,jenis,ciri-ciri,persyaratan feature
PENGERTIAN FEATURE
Cerita feature adalah artikel yang kreatif, kadang kadang subyektif, yang
terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca
tentang suatu kejadian, keadaan atau aspek kehidupan (Wicaksono, 2007). Menurut
Santana K. (2005: 11) kisah feature memang orisinal dan bersifat deskriptif.
Bisa saja dalam sebuah feature dipenuhi dengan orisinalitas dan deskripsi
penulis yang menghibur, dan sedikit informasi. Atau, penulisnya lebih banyak
menginformasikan amatanya dengan sedikit menghibur. Tulisan feature yang bagus
mengkombinasikan segala aspeknya dengan baik dan proporsional.
feature
adalah tulisan hasil reportase (peliputan)
mengenai suatu objek atau peristiwa yang bersifat memberikan informasi,
mendidik, menghibur, meyakinkan, serta menggugah simpati atau empati pembaca.
(LeSPI, 1999-2000). Sisi-sisi kemanusiaan atauhuman interest merupakan
aspek yang paling dominan dalam sebuah produk tulisanfeature.
Pengertian feature yang demikian sebetulnya tidaklah begitu saklek
karena masing-masing penulis memiliki arti tersendiri. Dalam penulisan feature,
kehendak, opini atau subyektifitas pandangan penulis sangat mungkin untuk
dimasukan, meskipun tidak secara mencolok. Opini itu tersamar dalam pelukisan
suasana, penggunaan contoh-contoh, serta penyertaan narasumber pilihan yang
dapat dipertanggungjawabkan kredibilitasnya.
Ciri-ciri feature
1. Lengkap
Sebuah feature
disebut lengkap bila menyatukan bagian-bagian fakta dari suatu peristiwa, dan
memadukan jalan pikiran penulisnya dalam bagian pendahuluan, rincian atau
uraian , dan kesimpulan atau penutup (punch).
2. Melawan Kebasian
Feature dapat menjadi alat
ampuh melawan kebiasaan berita. berita hanya berumur 24 jam. Dengan feature,
sebuah berita dapat dipoles menjadi menarik kembali dan tetap aktual.
3. Non Fiksi
Feature merupakan
pengungkapan fakta-fakta yang dirangkai menjadi satu kesatuan dan memebrikan
gambaran yang jelas dan utuh kepada pembaca mengenai suatu peristiwa atau suatu
objek.
4. Bagian Dari Media Massa
Sebuah feature harus
disajikan dalam media massa, baik cetak (surat kabar, majalah dan buletin)
maupun elektronik (televisi dan radio, kalau sekarang web dan blog termasuk
juga khan…?)
5. Panjang tak Tentu
Belum ada ketentuan mengenai
panjang pendeknya sebuah feature, sehingga tulisanfeature
sangat bervariasi tergantung penulisnya. Panjang pendeknya sebuah featuretergantung
pada penting-tidaknya peristiwa, menariknya aspek yang diungkap, dan bagaimana
penulis berusaha mewarnai feature sehingga memikat dari awal sampai
akhir.
Sifat-sifat Feature
1. Kreatif
Feature membutuhkan
kreativitas penulisnya, dalam mencari objek tulisan yang khas, yang
kadang-kadang merupakan peristiwa biasa, namun belum pernah atau jarang
terungkap.
2. Variatif
Sebuah feature
ditulis dengan gaya penulisan yang variatif dengan mampu membangkitkan
imajinasi pembacanya. Diksi atau pilihan kata, komposisi atau rangkaian
kata-kata, kalimat dan paragrafnya, dari fakta-fakta yang diperoleh ditulis
tidak monoton, hidup dan variatif.
3. Subyektif
Feature bersifat
subyektif. Yakni sangat tergantung sudut pandang, wawasan, intelektual,
ketrampilan, dan karakter penulisnya.
4. Informatif
Feature membantu pembaca
dengan memperjelas suatu keadaan untuk merasakan gambaran dari suaru kejadian,
atau mempengaruhinya bertindak atau percaya. Nilai informatif feature berbeda
dengan berita langsung yang benar-benar menyajikan informasi. Informasi
dalam feature lebih mendalam dan lengkap.
Ciri - Ciri Feature
(Inna Wijaya)
·
Proses jalannya cerita cenderung vertikal dan mendalam.
·
Mengungkapkan gambaran kualitatif (khas).
·
Diramu dalam satu tofik kehidupan yang nyata (rill).
·
Menggambarkan satu kehidupan
dalam satu episode.
·
Jalan ceritanya relatif dapat diramalkan.
·
Diolah dengan sasaran untuk mengubah sikap peserta.
Jenis-jenis feature
Ada beberapa jenis feature,
di antaranya adalah:
- Feature berita yang lebih banyak mengandung unsur berita, berhubungan dengan peristiwa aktual yang menarik perhatian khalayak. Biasanya merupakan pengembangan dari sebuah straight news. Misalnya, menulis berita tentang buronnya Muhammad Nazaruddin, mantan bendahara umum Partai Demokrat–yang juga anggota DPR-RI. Untuk menulis berita tersebut yang kental unsur feature-nya, bisa cerita tentang fakta seputar kasus dipecatnya Nazaruddin dari Partai Demokrat karena dugaan keterlibatan Nazaruddin dalam korupsi pembangunan wisma atlet SEA Games. Mengapa ia dituduh korupsi, berapa banyak duit yang dikorupsinya, mengapa ia harus kabur ke Singapura, dan masih banyak hal yang bisa ditulis.
- Feature artikel yang lebih cenderung segi sastra. Biasanya dikembangkan dari sebuah berita yang tidak aktual lagi atau berkurang aktualitasnya. Misalnya, tulisan mengenai suatu keadaan atau kejadian, seseorang, suatu hal, suatu pemikiran, tentang ilmu pengetahuan, dan lain-lain yang dikemukakan sebagai laporan (informasi) yang dikemas secara ringan dan menghibur. Misalnya, menulis tentang kondisi kaum muslimin di berbagai belahan dunia.
Berdasarkan tipenya. Untuk persoalan
ini, feature dapat dibedakan menjadi (ini saya ‘modifikasi’ dari tulisannya
Asep Syamsul M. Romli) yaitu :
- Feature human interest (langsung sentuh keharuan, kegembiraan, kejengkelan atau kebencian, simpati, dan sebagainya). Misalnya, cerita tentang penjaga mayat di rumah sakit, kehidupan seorang petugas kebersihan di jalanan, liku-liku kehidupan seorang guru di daerah terpencil, suka-duka menjadi dai di wilayah pedalaman, atau kisah seorang penjahat yang dapat menimbulkan kejengkelan.
- Feature pribadi-pribadi menarik atau feature biografi. Misalnya, riwayat hidup seorang tokoh yang meninggal, tentang seorang yang berprestasi, atau seseorang yang memiliki keunikan sehingga bernilai berita tinggi. Itu sebabnya, Anda bisa menuliskan tentang profil para pemimpin Islam di masa lalu, misalnya. Atau Anda juga bisa cerita tentang kisahnya al-Khawarizmi, ilmuwan muslim yang menemukan angka nol.
- Feature perjalanan. Misalnya kunjungan ke tempat bersejarah di dalam ataupun di luar negeri, atau ke tempat yang jarang dikunjungi orang. Dalam feature jenis ini, biasanya unsur subjektivitas menonjol, karena biasanya penulisnya yang terlibat langsung dalam peristiwa/perjalanan itu mempergunakan “aku”, “saya”, atau “kami” (sudut pandang—point of view—orang pertama). Ambil contoh tentang perjalanan menunaikan ibadah haji. Perjalanan ke tanah suci itu bisa Anda tuangkan dalam sebuah tulisan bergaya feature yang menarik. Itu sebabnya, disarankan untuk membawa buku catatan kecil untuk menuliskan semua peristiwa yang dialami sebagai bahan penulisan. Pokoknya, sip deh.
- Feature sejarah. Yaitu tulisan tentang peristiwa masa lalu, misalnya peristiwa Keruntuhan Khilafah Islamiyah, sejarah tentang Istana al-Hamra dan benteng Granada. ‘Melongok’ kejayaan Islam di masa lalu. Sejarah tentang kekejaman tentara Salib saat membantai kaum muslimin, sejarah pertama kali Islam masuk ke Indonesia dan sebagainya. Banyak kok sejarah yang bisa kita tulis dengan jenis feature ini. Pokoknya asyik deh.
- Feature petunjuk praktis (tips), atau mengajarkan keahlian—how to do it. Misalnya tentang memasak, merangkai bunga, membangun rumah, seni mendidik anak, panduan memilih perguruan tinggi, cara mengendarai bajaj, teknik beternak bebek, seni melobi calon mertua dan sebagainya.
Nah, inilah beberapa jenis feature yang perlu diketahui. Dalam
literatur lain, atau di lapangan bisa dijumpai hingga 8 jenis feature (selain
yang 5 jenis di atas),yakni feature penjelasan/latar belakang; feature
tren/mode gaya hidup; dan juga feature peristiwa musiman. Tetapi terlepas dari
berbagai jenisnya, feature adalah salah satu karya jurnalistik yang menarik
untuk ditulis dan dibaca.
Jenis-jenis feature
(Menurut Inna Wijaya)
· Feature tokoh
menarik (profil/biografi)
· Feature
peristiwa menarik (Human Interest and Human Touch)
· Feature
peninggalan sejarah (Historis)
· Feature panduan
wisata/perjalanan (how to do it feature)
· Feature
petunjuk praktis/tip (how to do it feature)
· Feature
ilmiah/ilmu pengetahuan (Science)
Jenis-jenis Features
Personality
profiles:
Feature tentang personality profile ini ditulis untuk membuat audiens lebih dekat pada orang di dalam berita. Wawancara dan observatsi, serta creative writing, digunakan untuk memberikan gambaran sehidup-hidupnya tentang seseorang.
Human interest:
Ini jenis feature yang paling banyak ditulis. Feature yang human interest ini ditulis untuk menunjukkan 'keanehan' subyek atau nilai praktisnya, emosionalnya, atau entertainment-nya. 'Aneh' dalam hal ini adalah sesuatu yang beda atau tidak lazim sehingga menarik perhatian orang banyak.
Trend:
Feature tentang trend ini untuk menguji orang, hal, atau organisasi yang punya dampak terhadap masyarakat. Kisah-kisan trend ini menarik karena orang cenderung suka membaca atau mendengar tentang sesuatu yang prediktif.
Feature tentang personality profile ini ditulis untuk membuat audiens lebih dekat pada orang di dalam berita. Wawancara dan observatsi, serta creative writing, digunakan untuk memberikan gambaran sehidup-hidupnya tentang seseorang.
Human interest:
Ini jenis feature yang paling banyak ditulis. Feature yang human interest ini ditulis untuk menunjukkan 'keanehan' subyek atau nilai praktisnya, emosionalnya, atau entertainment-nya. 'Aneh' dalam hal ini adalah sesuatu yang beda atau tidak lazim sehingga menarik perhatian orang banyak.
Trend:
Feature tentang trend ini untuk menguji orang, hal, atau organisasi yang punya dampak terhadap masyarakat. Kisah-kisan trend ini menarik karena orang cenderung suka membaca atau mendengar tentang sesuatu yang prediktif.
Backgrounders:
Feature backgrounder ini bertujuan menambahkan makna terhadap isu-isu saat ini dengan menjelaskannya lebih jauh mendalam. Seperti namanya, feature ini menembus batas sekadar berita. Informasinya berisi sesuatu yang menjelaskan terjadinya persitiwa.
How-to features:
Feature ini membantu orang mempelajari suatu issue dengan cara menjelaskan mereka bagaimana melakukan sesuatu. Misalnya; bagaimana menghindari flu babi, bagaimana memulai program daur ulang, bagaimana memasak untuk 100 anak yatim, dan lain-lain. Pastikan mewawancarai sejumlah "experts" dan memasukkan kutipan-kutipan menarik.
Feature sejarah:
Ini biasa digunakan untuk mengenang tanggal-tanggal penting dalam perkembangan masyarakat. Digunakan untuk membandingkan keadaan 'dulu' versus 'kini'. Pembaca bisa diingatkan kembali tentang beberapa tanggal atau peristiwa yang signifikan, lalu mengunjungi kembali peristiwa atau isu itu serta yang mengelilinginya.
Tema-tema musiman:
Musim selalu memberi banyak ide untukv feature. Isu banjir, misalnya, selalu terjadi dan membawa berbagai kisah. Bukan cuma musim yang terkait cuaca atau iklim, tema-tema serupa bisa terjadi dalam bidang siklus bisnis, siklus mode, titik-titik tertentu kehidupan lembaga atau kemasyarakatan, serta isu-isu yang terkait dengan tema-tema spesifik dari suatu tahun.
Behind The Scenes:
Penulis feature ini bisa mendapatkan kesempatan luar biasa untuk masuk ke dalam situasi tertentu sehingga bisa memberi pembaca perasaan bisa masuk ke dalam 'inner circle' dari suatu peristiwa. Pembaca akan merasa mendapatkan sesuatu yang sebelumnya hanya menjadi rahasia orang-orang dalam.
PENGERTIAN FEATURE
Apa itu Feature?
Wahyu Wibowo mengatakan bahwa batasan pasti tentang feature memang sulit. Menurut Daniel R. Williamson (1983), misalnya, feature ibarat desir angin di antara pepohonan. Maksudnya, tiap orang mudah merasakannya, namun sulit merumuskan rasa itu dalam kata-kata. Ada pula sebuah definisi yang mengatakan bahwa feature adalah adalah tulisan dalam media massa yang bersifat lebih bebas dan disusun dengan mengandalkan gaya individual.
Untuk tidak berlama-lama dalam kebingungan melihat batasan pasti sebuah feature, ada baiknya kita lihat definisi feature yang dikemukakan oleh Biro Pendidikan Majalah Berita Mingguan Tempo (1979) berikut ini:
"Cerita Feature adalah artikel yang kreatif, yang kadang-kadang subjektif, yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian, keadaan atau aspek kehidupan"
Bila dilihat pembagian tulisan secara global, maka feature termasuk ke dalam jenis tulisan nonfiksi, berupa fakta yang dipaparkan secara hidup, kreatif, kadang-kadang dengan sentuhan subjektivitas pengarang dengan penekanan kepada aspek daya pikat kepentingan manusiawi. Tujuannya adalah: memberitahukan, menghibur, mendidik, dan meyakinkan para pembaca. Dapat disimpulkan bahwa feature bergerak antara fakta dan sastra. Atau dengan bahasa lain, meramu fakta dengan gaya sastra.
Wahyu Wibowo mengatakan bahwa batasan pasti tentang feature memang sulit. Menurut Daniel R. Williamson (1983), misalnya, feature ibarat desir angin di antara pepohonan. Maksudnya, tiap orang mudah merasakannya, namun sulit merumuskan rasa itu dalam kata-kata. Ada pula sebuah definisi yang mengatakan bahwa feature adalah adalah tulisan dalam media massa yang bersifat lebih bebas dan disusun dengan mengandalkan gaya individual.
Untuk tidak berlama-lama dalam kebingungan melihat batasan pasti sebuah feature, ada baiknya kita lihat definisi feature yang dikemukakan oleh Biro Pendidikan Majalah Berita Mingguan Tempo (1979) berikut ini:
"Cerita Feature adalah artikel yang kreatif, yang kadang-kadang subjektif, yang terutama dimaksudkan untuk membuat senang dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian, keadaan atau aspek kehidupan"
Bila dilihat pembagian tulisan secara global, maka feature termasuk ke dalam jenis tulisan nonfiksi, berupa fakta yang dipaparkan secara hidup, kreatif, kadang-kadang dengan sentuhan subjektivitas pengarang dengan penekanan kepada aspek daya pikat kepentingan manusiawi. Tujuannya adalah: memberitahukan, menghibur, mendidik, dan meyakinkan para pembaca. Dapat disimpulkan bahwa feature bergerak antara fakta dan sastra. Atau dengan bahasa lain, meramu fakta dengan gaya sastra.
Sesuai dengan batasan yang dibuat majalah Tempo di atas dapat diambil kesimpulan bahwa feature memiliki karakteristik sebagai
berikut:
1. Kreatif: memungkinkan penulis "mencipta" sebuah cerita (dengan teknik berkisah), namun bukan cerita fiktif
2. Subjectif: dengan penggunaan model aku, memungkinkan penulis memasukkan emosi dan pikirannya.
3. Informatif: Feature memang terkadang tidak memiliki nilai berita. Ia justeru cenderung memberi nilai informasi mengenai situasi/aspek kehidupan
4. Menghibur: Bahan feature dengan sengaja dicarikan dari cerita yang ekslusif dan ditulis secara mendalam (indepth), termasuk aspek humor yang menyertainya
5. Awet: berita bisa basi dalam 24 jam, tapi feature tak akan pernah basi.
Jenis-jenis Feature
1.Feature berita
Yaitu suatu feature yang lebih
banyak mengandung unsur beritanya, dan berhubungan dengan peristiwa aktual yang
menarik perhatian khalayak. Feature ini biasanya adalah merupakan pengembangan
dan pendalaman (News analisys) dari sebuah Straight News atau issue yang masih
menjadi perhatian publik.
2.Feature Opini
Feature jenis inipun biasanya terkait secara langsung atau
tidak langsung dengan isu-isu yang masih aktual tentang sebuah peristiwa,
sebuah ide/gagasan, atau sebuah statemen (pernyataan) orang penting, dan
lain-lain. Bisa juga termasuk ke dalam jenis ini adalah artikel tentang
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, fenomena kehidupan sosial-ekonomi,
politik, kebudayaan, kesusteraan, dan lain-lain.
3. Feature Human Interest
Yaitu Feature yang muatan isinya langsung dapat menyentuh rasa perikemanusiaan pembaca, seperti kegembiraan, kejengkelan, bahkan kebenciannya. Contohnya adalah feature tentang anak jalanan di Jakarta, perilaku penyimpangan seksual di kalangan remaja, merebaknya perilaku peyalahgunaan narkoba, dan sejenisnya.
4. Feature Profil Tokoh (biografi)
Feature ini bercerita tentang penampilan (profil) dan biografi singkat tokoh-tokoh tertentu yang menarik untuk dibaca. Contoh feature jenis ini misalnya adalah tulisan tentang seorang tokoh yang baru meninggal (in memoriam)
5. Feature Perjalanan/Petualangan
Feature ini biasanya ditulis oleh pelaku perjalanan atau petualangan secara langsung atau tak langsung. Tulisan ini mengungkap laporan kisah perjalanan, fakta-fakta yang ditemui, dan kesan-kesan yang dirasakan selama perjalanan itu. Dalam Feature jenis ini, subjektifitas penulis sangat menonjol dengan sudut pandang "aku" atau "kami".
6. Feature Sejarah
Feature ini bercerita tentang fakta-fakta sejarah peristiwa dan tokoh masa lampau di suatu daerah atau tempat. contohnya tentang peristiwa proklamasi kemerdekaan RI, strategi dakwah Islam para wali songo di pulau jawa, dan lain-lain. Feature sejarah yang baik, mampu membawa pembacanya ke masa silam. Seolah para pembaca ikut masuk ke dalam peristiwa sejarah yang dibacanya.
7. Feature Tips
Feature ini dikenal juga dengan informasi how to do it. Misalnya tentang model pakaian, cara membuat dan menjahitnya, tentang resep makanan, merangkai bunga, kerajinan tangan, merawat dan mengoperasikan kamera, dan sejenisnya.
Tekhnik Penulisan Feature
Jika dalam penulisan berita yang diutamakan ialah pengaturan fakta-fakta, maka dalam penulisan feature kita dapat memakai teknik ''mengisahkan sebuah cerita''. Memang itulah kunci perbedaan antara berita ''keras'' (spot news) dan feature. Penulis feature pada hakikatnya adalah seorang yang berkisah.
Penulis melukis gambar dengan kata-kata: ia menghidupkan imajinasi pembaca; ia menarik pembaca agar masuk ke dalam cerita itu dengan membantunya mengidentifikasikan diri dengan tokoh utama.
Agak berbeda dengan berita lugas (straight News), struktur penulisan feature tidak selalu menggunakan metode ''Piramida terbalik'' yaitu dengan susunan tulisan yang meletakkan informasi-informasi pokok di bagian atas, dan informasi yang tidak begitu penting di bagian bawah, Struktur penulisan feature tidak terlalu baku. Jadi ia tergantung jenis featurenya.
Namun pada umumnya, dalam penulisan feature di media massa cetak –yang selalu terbatasi tenggat waktu/deadline dan keterbatasan ruang halaman—maka bentuk piramida terbalik masih digunakan. Hanya saja ada tambahan berupa ending yang berisi ringkasan atau kesimpulan dari keseluruhan isi feature.
Persyaratan Pokok Menulis Feature
1. penguasaaan bahasa Indonesia secara baik dan benar
2. Mengetahui pengetahuan yang luas tentang jiwa manusia
3. Memiliki pengetahuan umum yang luas
4. Memiliki pandangan yang dewasa terhadap etika dan budaya masyarakat sendiri
5. memiliki ketajaman pikiran untuk melihat persoalan kemasyarakatan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar